porifera

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kami masih dilimpahi kasih sayang-Nya sehingga dapat menyusunan tugas mata kuliah Avetebrata Air dalam kaitannya dengan Rotifera ini dapat diselesaikan.

Melalui penyusunan tugas ini diharapkan kita sebagai mahasiswa yang mengambil mata kuliah Avetebrata Air mempunyai bahan rujukan sebagai bahan acuan dalam perkuliahan dan penyusunan penulisan makalah mengenai Rotifera. Selain itu, penyusunan tugas ini juga semoga dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh semua pihak yang memerlukannya khususnya yang berkaitan dengan bidang Perikanan.

Dalam pengerjaan tugas ini kami selaku penyusun telah berusaha sebaik mungkin, namun kami menyadari masih ada kekurangan dan kelemahan, sehingga dengan segala kerendahan hati, kami sangat terbuka untuk menerima saran dan kritik. kami berharap semoga penyusunan tugas ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami selaku penyusun dan umumnya bagi semua pihak yang telah membaca tugas mengenai Rotifera ini. Selain itu, semoga tugas ini juga dapat menjadi sumbangan pemikiran dalam membangun bangsa Indonesia khususnya dalam bidang Perikanan

Aceh Besar, 20 Oktober 2012

Penyusun

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………  i.

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………. ii.

BAB I. PEMBAHASAN…………………………………………………………………………….. 1.

  1. A.    Pengertian Rotifera………………………………………………………………….. 1.

             Klasifikasi…………………………………………………………………………………….. 1.

            Ordo…………………………………………………………………………………………….. 1.

  1. a.         Monogonontida…………………………………………………………………….. 1.
  2. b.        Seisonoida……………………………………………………………………………. 2.
  3. c.         Bdelloid……………………………………………………………………………….. 2.
  4. B.     Ciri-Ciri Umum……………………………………………………………………….. 2.
  5. C.    Bagian-Bagian Tubuh……………………………………………………………….. 3.
    1. 1.         Bagian Anterior (Kepala)……………………………………………….. 3.
    2. 2.         Bagian Trunk (badan) …………………………………………………..  3.
    3. 3.         Bagian Posterior (kaki)…………………………………………………. 3.
  6. D.    Fisiologi …………………………………………………………………………………  4.
    1. a.         Pencernaan …………………………………………………………………  4.
    2. b.        Alat Eksresi………………………………………………………………….. 4.
    3. c.         Susunan Saraf ……………………………………………………………..  5.
    4. d.        Organ Sensorik …………………………………………………………….  5.
  7. E.     Reproduksi  ……………………………………………………………………………  5.
  8. F.     Habitat ………………………………………………………………………………….. 6.
  9. G.    Peranan Rotifera dalam Bidang Perikanan…………………………………… 7.

BAB II. PENUTUP …………………………………………………………………………………..  iii.

 

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………..  iv.

 

 

BAB I

PEMBAHASAN

 

 

  1. A.    Pengertian Rotifera

Rotifera adalah hewan mikroskopis dengan struktur tubuh yang relatif sederhana.

Rotifera atau disebut juga ”hewan beroda”, pertama kali diteliti oleh Antonio van Leeuwenhoek pada tahun 1675 yang menelitri tentang hewan-hewan air mikroskopis (Davis,1965). Rotifera juga pertama kali ditemukan oleh John Harris tahun 1696 yang waktu itu dikenal dengan nama ‘bdelloid rotifer’ yaitu hewan mirip cacing.

Klasifikasinya :

  • Kingdom                : Animalia
  • Filum                      : Aschelmintes
  • Klass                       : Rotifera
  • Ordo                       : Monogonontida, Seisonoida, dan Bdelloida

a)      Monogononta         

– Memiliki sebuah ovary

–  Individu jantan ada namun mengalami degenerasi.

Memiliki beberapa famili, antara lain,

  1. famili Brachionidae
  2.  Famili Collothecida
  3.  Famili Ploimida
  4.  Famili Flosculaariacea

b)    Seisonoida

–     Tubuh panjang, corona mengecil, ovari sepasang, jantan berkembang baik, hanya mempunyai satui genus, dengan dua spesies dilaut,  hidup komensal pada Nebalia.

Contoh : Seison

c)      Bdelloidea

Hidupnya di perairan air tawar, bentuk tubuh silindris dan retraktil corona seperti dua roda yang berputar, memiliki ovari sepasang, Kaki mempunyai dua sampai empat jari atau tidak ada, reproduksinya dengan cara parthenogenesis, bergerak dengan cara berenang atau merayap, jumlah sepesies sekitar 350 jenis.

Contoh genus   : Philodina,Embata, Rotaria, dan rotifer.

 

B.     Ciri-ciri umum :

  • Merupakan hewan multiseluler
  • Ukuran yang kecil sekitar 0,1-0,5 mm; 100-2500 micron
  • Kecepatan renagn rendah
  • Melayang dalam air
  • Pertumbuhan cepat dan berumur pendek
  • Sangat toleran terhadap kondisi lingkungan
  • Bersifat filter feeder, yaitu dapat menyaring makanan dan air dengan menggunakan corona

 

C.    BAGIAN-BAGIAN TUBUH

1.    Bagian anterior (kepala)

Ditutupi lapisan kutikula, yang kadangkala ada hiasannya. Adanya corona pada bagian anterior bagian ini adalah yanga paling khas dari Rotifera. Lingkaran cilia dibagian anterior  diatas pedestal yang terbagi dua, disebut throcal disk .Throcal disk bergerak membranela seperti dua roda yang berputar. Throcal disk berfungsi untuk berenang dan makan, dan apabila tidak digunakan dimasukkan ke dalam.

2.  Bagian Trunk (badan)

Bentuk badan bulat atau selindris. Pada bagian badan (trunk) terdapat

tiga buah tonjolan kecil yaitu sebuah atau sepasang antena dorsal dan 2

buah antena lateral. Pada unjung antena biasanya terdapat terdapat bulu-bulu sebagian alat indera.

3.  Bagian Posterior (kaki)

Sebuah kaki yang langsing terletak di ujung posterior. Kultikula pada kaki acapkali berkerut-kerut sehingga tampak seperti beruas-ruas, yang dapat memendek dan dimasukkan ke dalam badan. Pada ujung kaki biasanya terdapat satu sampai empat buah jari, di dalam kaki terdapat kelenjar kaki (pedal gland) yang menghasilkan bahan perekat untuk menempel pada subtrat. Selain empat buah jari, jenis Bdelloidea mempunyai sepanjang taji (spur). Pada jenis yang sessile seperti Cotheca danFloscularia, kelenjar kaki menghasilkan bahan pembentuk selubung seperti vas bunga. Kaki pada jenis plankton adakalanya mengecil, lenyap atau di bagian ventra.

 

D.    Fisiologi

1. Pencernaan

Mulut rotifera terletak di bagian ventral dan biasanya dikeliling oleh sebagian corona. Daerah sekitar mulut (buccal field) pada beberapa jenis Colothecacea mengalami modifikasi, melebar sedemikian rupa hingga menyerupai corong, dan mulut terletak di dasar corong. Jenis filter feeder memakan partikel organic yang lembut dengan bantuan aliran air yang dihasilkan cilia pada corona. Makanan dari mulut dialirkan ke mastaz. Mastaz terletak antara mulut dan pharynx. Mastax ialah pharynx yang berotot, bulat atau lonjong dan bagian dalamnya terdapat trophy, semacam rahang berkhitin. Pharynx dihubungkan dengan perut oleh esofagus. Perut berbentuk tabung dan kantong, berhubungan dengan usus yang pendek dan berakhir pada anus. Jenis karnivora memakan protozoa, rotifera yang kecil dan metazoan lain. Mangsa ditangkan dengan cara dicengkram atau dijebak. Mangsa dicengkap dengan menggunakan trophy yang berbentuk seperti penjepit, atau mangsa yang terjebak di dalam corong yang bersetae akan melipat ke dalam dan berkerut, hingga mangsa masuk ke mulut.

2. Alat ekskresi

Pada tiap sisi lateral terdapat sebuah protonephridium dengan 2-8 flame bul. Kedua protonephrida tersebut bersatu pada kantung kemih (bladder), yang bermuara pada bagian ventral kloaka. Isi bladder dikosongkan melalui anus dengan jalan kontraksi, dengan kecepatan satu sampai empat kali per menit. Pembuangan yang demikian cepat membuktikan bahwa fungsi protonephrida adalah sebagai osmoregulator, osmoregulator yaitu membuang kelebihan air didalam tubuh. Dalam beberapa menit dikeluarkan sejumlah cairan yang setara dengan berat tubuh rotifera tersebut.

3. Susunan saraf

Rotifera mempunyai otak yang terdiri atas massa ganglion dorsal, dan terletak di atas mastax. Dari otak keluar sejumlah saraf yang menuju ke berbagai alat inra, antara lain ke mata dan ke antena. Beberapa jenis rotifera, terutama yang sessile tidak mempunyai mata. Mata yang berupa ocellus sederhana, dan berjumlah tiga hingga lima buah

4. Organ  Sensori

Organ sensori  pada rotifera adalah sepasang mata yang berisi sel pigmen merah, selain sepasang mata, organ sensori yang lain adalah korona pada bagian belakang, dan lateral pada kaki

 

E.     Reproduksi

Semua rotifera dioecious. Reproduksi selalu seksual. Individu jantan selalu lebih kecil daripada betina, biasnya mengalami degenerasi yaitu tidak mempunyai alat pencernaan, hanya memiliki alat reproduksi saja. Partogenesis merupakan peristiwa yang umum terjadi. Perkawinan pada rotifera biasanya dengan jalan”hypodermic impregnation”, dimana sperma masuk melalui dinding tubuh. Tiap nukleus pada ovari menjadi sebuah telur. Kebanyakan spesies mempunyai ovari dengan sepulu sampai dua puluh nuklei, maka telur yang dihasilkan selama hidupnya tidak lebih dari jumlah tersebut.

Rotifera jantan siap melakukan perkawinan satu jam setelah menetas, kemudian akan mati. Bila tidak menemukan rotifera betina maka rotifera jantan akan mati pada umur 2-7 hari, tergantung pada jenisnya. Pada Bdelloidea, dimana tidak pernah ada jantannya reproduksi selalu dengan cara partenogenesis, yaitu betina menghasilkan telur yang menetas menjadi betina.

Pada kelas Monogononta, yang dalam keadaan tertentu ada jantannya, terdapat tiga macam telur. Tipe pertama adalah telur amictic, hasil dari partenogenesis, bercangkang tipis, diploid, tidak dapat dibuahi dan menetas menjadi betina amictic. Tipe kedua ialah telur mictic, bercangkang tipis, tetapi haploid, bila tidak dibuahi secara partenogenik akan menetas menjadi jantan yang haploid. Bila telur mictic dibuahi oleh sperma dari jantan yang haploid tersebut maka akan menjadi telur dorman., bercangkang tebal dan keras, resisten terhadap kekeringan dan lingkungan yang buruk, dan memerlukan istirahat beberapa bulan sebelum menetas. Dalam lingkungan yang baik, telur dorman menetas menjadi betina amictic dan diploid.

F.      Habitat

Rotifera hidup pada perairan air tawar dan air payau. Rotifera air tawar hidup pada tanaman air serta benda-benda dalam air. Jenis pelagis bentuknya menyerupai kantung, duri panjang, kaki dilipat atau menghilang. Banyak terdapat pada permukaan tanaman air dan puing-puing. Konsumen penting yang utama pada ekosistem air.

Rotifera yang bersifat epizoic atau ectoparasit hidup pada insang crustacea kecil, sedangkan yang endoparasit hidup pada telur siput , helizoan, volvox, dan usus olgochaeta. Rotifera jenis parasit kaki. mastax mengalami modifikasi yaiitu sebagai alat pelekat dan corona mengecil.

G.    Peranan Rotifera dalam Bidang Perikanan

Rotifera memegang peranan penting dalam rantai makanan pada ekosistem perairan tawar. Di satu pihak memakan serpihan-serpihan organik dan ganggang bersel satu, dilain pihak rotifera merupakan makan bagi hewan yang lebih besar seperti cacing dan crustacea.

Branchionus merupakan rotifera yang banyak dibudidayakan sebagai makanan alami untuk larva ikan dan udang. Karena berukuran kecil sekitar 3000 mikron, dan berkembang biak secara cepat,membuatnya cocok untuk makanan larva ikan mas yang baru habis kuning telurnya. Di daerah tropis,Branchionus mulai bertelur pada umur 28 jam, dan setelah 24 jam telur menetas. Selama hidupnya yang sebelas hari, seekor Branchionus menghasilkan 20 butir telur. Pada habitat yang tercemar bahan-bahan organic dan berlumut, biasanya banyak dijumpai Bdelloidea seperti Philodina dan Rotaria.

 

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

–          Rotifera adalah hewan mikroskopis dengan struktur tubuh yang relatif sederhana.

–          Ciri-ciri umum dari rotifera : merupakan hewan multiseluler, ukuran yang kecil sekitar 0,1-0,5 mm; 100-2500 micron, kecepatan renagn rendah, melayang dalam air, pertumbuhan cepat dan berumur pendek, sangat toleran terhadap kondisi lingkungan, bersifat filter feeder.

–          Bagian-bagian tubuh : bagian anterior (kepala), bagian trunk (badan), bagian posterior (kaki).

–          Fisilogi dari rotifera : pencernaan, alat ekskresi, susunan saraf, system organ.

–          Rotifera hidup pada perairan air tawar dan air payau. Rotifera air tawar hidup pada tanaman air serta benda-benda dalam air.

–          Peran dari rotifer dalam lingkungan perairan adalah sebagai pemakan serpihan-serpihan organik dan ganggang bersel satu, dilain pihak rotifera merupakan makan bagi hewan yang lebih besar seperti cacing dan crustacea.

 

2.Saran

–            Diharapkan kepada mahasiswa agar dapat lebih mengenal dan mengetahui tentang rotifer.

Daftar Pustaka

Indera, Muhammad. 2009. Rotifera. Jatinangor : Universitas Padjadjaran

Ibad,Husnul. 2010. Rotifera. http://hoesnoelibad.blogspot.com

Nayzfidz. 2009. Rotifera (Rotatorial). http://nayzfidz.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s